Assalamualaikum wr.wb
Akhir-akhir ini resiko Resesi telah meningkat tajam tidak seperti biasanya, hal ini di sebabkan oleh berbagai hal, mulai dari pelemahan mata uang cina (yuan) yang menyentuh rekor terendah 11 tahun, Ketidakjelasan sikap Presiden Amerika Serikat (USA) Donald Trump dalam Perang Dagang, hingga langkah Bank-Bank Sentral Dunia yang ramai-ramai menurunkan suku bunga.
Semua Ketidakpastian itu membuat Investor Kelabakan mencari Aset yang lebih stabil. Sebab, semua sentimen itu telah membuat pasar Saham bergejolak Liar.
Mengutip Bisnis Insider, ada lima aset yang secara historis banyak diburu investor saat pasar saham kacau. Berikut Aset-aset tersebut:
Obligasi Negara
Berinvestasi di obligasi Treasury (T-Bonds) terkenal lebih aman di bandingkan Saham. itu karena T-Bonds di jamin oleh Pemerintah Federal yang dapat meningkatkan pajak atau memotong pengeluaran untuk memastikan pembayaran di lakukan kepada pemegang obligasi. Ini berarti Treasury AS memiliki resiko gagal bayar yang sangat kecil.
Meskipun Obligasi Pemerintah tidak sepenuhnya tangguh dan mampu bertahan selama Resesi Ekonomi, namun sifat beli -tahan (Buy and Hold) dan pembayaran kupon yang stabil, jelas menarik bagi investor yang tidak begitu menyukai volatilitas di pasar saham.
Emas
Meskipun Harganya berubah setiap hari, daya tarik emas dan kelangkaan emas menjadikannya salah satu dari banyak "safe haven" atau aset paling aman yang populer di kalangan investor yang ingin keluar dari gejolak pasar saham. Emas sekarang ini di jual dengan harga lebih dari US$ 1500 per ons, level tertinggi dalam enam tahun.
Cina telah menimbun emas selama 8 bulan berturut-turut, diaman cadangan nya mencapai sekitar US$ 93 miilar logam mulia pada akhir juli. langkah ini di pandang sebagai sikap jaga-jaga di tengah perang dagang dan ekonomi nasional yang melambat. Langkah Cina sendiri telah membantu mendorong harga emas menjadi lebih mahal.
Meskipun nilai emas berfluktuasi dalam jangka pendek, namun pergerakan nya tahan terhadap inflasi dan deflasi. Selain itu ketidakpastian geopolitik telah menaikkan permintaan emas, membuat harganya lebih tinggi karena investor banyak yang berpindah berinvestasi logam. fakta bahwa emas tetap menjadi komoditas berharga selama berabad-abad membentuk preseden yang kuat untuk menjadikannya sebagai aset alternatif.
Saham Defensif
Kategori "Saham Defensif" terdiri dari perusahaan di segmen makanan, perlengkapan rumah, perawatan kesehatan, utilitas dan real estate. Saham semacam itu juga cendrung membayar deviden kepada pemegang sahamnya, menjamin bentuk pendapatan yang kecil namun stabil.
Saham defensif cendrung mengungguli sektor-sektor lain selama resesi karena kuatnya kebutuhan terhadap hal-hal tersebut. Bahkan selama periode resesi ekonomi konsumen akan membutuhkan produk yang akan di jual oleh perusahaan-perusahaan tersebut dan permintaan yang tetap ada membuat perusahaan ini bertahan bahkan selama masa ekonomi yang paling sulit.
Beberapa saham defensif besar termasuk coca-cola, Jhonson dan Philip Morris. Perusahaan ini masih berdagang setiap hari dan mengikuti tren pasar yang luas. tetapi bagi mereka yang lebih suka menyimpan uang mereka di saham , bisnis ini memiliki pengembalian yang lebih baik daripada sektor yang lain di pasar yang sedang lesu (bearish)
Dolar
Sudah banyak yang tahu bahwa dolar AS masih menjadi salah satu aset paling stabil di seluruh dunia. Berinvestasi di uang tunai menjauhkan para investor dari gejolak liar harga saham. Bahkan nilainya bisa naik dimasa deflasi, ketika daya beli dolar naik.
Cadangan uang tunai juga memberi para investor peluang untuk membeli aset-aset lain ketika harganya turun selama krisis ekonomi. Membeli aset pada saat harganya rendah membuat biaya rata-rata kepemilikan menjadi rendah. Investor juga bisa mendapat pengembalian yang menguntungkan ketika pasar reborn.
Perumahan
Seperti halnya saham-saham defensif, real estate merupakan kebutuhan bagi individu, dan ketika populasi dunia bertambah, berinvestasi di sektor ini jelas menguntungkan. Harga rumah pada umumnya turun selama resesi. jika ekonomi mengikuti siklus historis nya dan pulih dari posisi terendahnya, harga rumah akan naik kembali.

Real estate juga hadir dalam berbagai bentuk, sehingga investor dapat memilih jenis rumah seperti apa untuk berinvestasi. mulai dari apartemen studio tunggal hingga rumah mewah. Menyewakan rumah atau apartemen yang dibeli juga dapat berfungsi sebagai aliran pendapatan tetap saat pemilik menunggu untuk menjualnya.
Demikian
Terima Kasih
Comments