Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat Pada Rabu 11 September 2019. Habibie menghembuskan nafas terakhirnya diusia 83 tahun.
Habibie juga berkontribusi lewat sejumlah kebijakan ekonomi pada masa genting usai krisis ekonomi 1998 semasa menjabat sebagai Presiden.
Berikut Fakta menarik soal Kebijakan Fenomenal Habibie di bidang ekonomi yang telah di rangkum:
1. Selamatkan RI dari Krisis Moneter 1998
Saat Habibie di lantik pada 21 Mei 1998 mengganti Soeharto, kondisi ekonomi Indonesia tengah porak poranda. Habibie kemudian berhasil memawa Indonesia keluar dari cengkraman krisis moneter. Habibie berhasil menerapkan independensi bagi Bank Indonesia untuk fokus menjaga kondisi moneter domestik. Terutama menjaga kondisi perekonomian pasca krisis 1998.
2. Bawa Rupiah ke Rp 6.500 per USD
BJ Habibie juga sempat dikenal karena bisa berhasil memangkas nilai tukar rupiah yang sempat melonjak tinggi sebesar Rp 15.000 per USD saat masa krisis hingga menjadi Rp 6.500 per USD. Penyebabnya adalah karena Habibie konsisten pada kebijakan keuangan. Ia menerapkan sistem terbuka untuk valuta asing.
3. Reformasi Ekonomi Sektro Industri
Tak Hanya itu, Habibie pun ikut berkontribusibagi munculnya dua undang-undang penting terkait perekonomian. Pertama, adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Kedua, UU Nomor 8 Tahun1999 tentang Perlindungan Konsumen.
4. Berusaha Lepas dari Jeratan Utang IMF
Mentri Riset dan Teknologi Era Soeharto inijuga ikut berkontribusi dalam mementuk lembaga yang bertugas memantau serta menyelesaikan utang luar negeri. Selain itu, dia juga Presiden yang memulai implementasi reformasi ekonomi sesuai yang disyaratkan oleh International Monetary Fund (IMF).
5. Pulihkan Sejumlah Bank yang Nyaris Bangkrut
Tak Ketinggalan, BJ Habibie juga ikut terlibat dalam menyehatkan sejumlah Bank yang bakal bangkrut akibat terbelit utang dan likuiditas yang ketat. Peran BJ Habibie tersebut terlihat lewat Pembentukan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga ini kemudian bertugas dalam penyehatan perbankan, penyelesaian aset bermasalah dan mengupayakan pengembalian uang negara yang tersalur pada sektor Perbankan.
Sekian, semoga bermanfaat
Terimakasih...
Comments